9 Februari: Mengingat Hari Pers Nasional, Mengingat Kebebasan Pers yang Semakin Samar

Hai 9 Februari menjadi peringatan Hari pers nasional dalam bekerja wartawan dilindungi undang-undang dan berpedoman pada kode etik jurnalistik meski Kemerdekaan pers diatur konstitusi Apakah wartawan dapat sepenuhnya menjalankan profesinya yang berikut kami hadirkan cuplikan dari program berkas Hai [Musik] pers adalah mata dan telinga publik disebut pilar keempat demokrasi karena berperan sebagai sarana transparansi

Informasi terbitnya undang-undang pers No 40 tahun 1999 tentang pers menjadi tonggak awal kemerdekaan pers di Indonesia isinya menyebutkan wartawan mendapat perlindungan hukum dalam mencari memperoleh dan menyebarluaskan gagasan serta informasi Namun dua dekade berlalu kerja jurnalistik masih kerap dihalang-halangi diantaranya dialami oleh Nurhadi jurnalis tempo di Surabaya Q

Pada 27 Mar 2021 Ia mendapat tugas dari redaksi untuk meminta konfirmasi dari angin Prayitno Aci mantan direktur pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak kementerian keuangan ini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap Nurhadi menuju lokasi pernikahan anak dari angin Prayitno Aji ia berniat melakukan verifikasi agar beritanya berimbang dan tidak merugikan pihak manapun

Namun apadaya konfirmasi gagal ia dapat ia justru menjadi korban aksi kekerasan Nurhadi dianiaya karena sejak ditetapkan tersangka panen yang sulit ditemui media saya pukul discover disekap selama hampir tiga jam di belakang acara kemudian diancam secara verbal buka di atau Berapa ukuran lain Nurhadi lain pula yang dialami Muhammad Syafrudin

Kasus yang menimpa Fort Muhammad Syafrudin atau yang biasa disapa Udin seorang jurnalis suratkabar asal Yogyakarta harian Bernas hingga kini masih meninggalkan misteri pada 16agustus 19961 hari jelang kemerdekaan Republik Indonesia Udin berpulang puding wafat Setelah mengalami cedera yang parah pada bagian kepala akibat dianiaya oleh orang tak dikenal pada 13 Agustus 1990 dirumahnya

Disinyalir tulisan yang dibuat Udin memancing amarah penguasa kala itu kami menolak impunitas atau penghentian kasus pembunuhan sekali supir karena ini harus terus diperjuangkan ya penolakan terkait impunitas ini karena kekhasan jurnalis itu oh tentu saja merusak sendi-sendi kehidupan manusia ya merusak hakasasi manusia merusak demokrasi merusak tatanan kehidupan manusia yang

Beradab tahun 2021 itu kami ke Polsek iye kami mengirim karangan bunga sebagai simbol matinya keadilan tak semua kasus kekerasan yang dialami jurnalis terkait tugas yang dijalani berhasil diusut tuntas sejumlah kasus kekerasan berujung tanpa penyelesaian padahal Kemerdekaan pers nyatanya diatur dalam konstitusi tim liputan Kompas TV [Musik]



KOMPAS.TV – 9 Februari menjadi peringatan Hari Pers Nasional.

Dalam bekerja, wartawan dilindungi undang-undang dan berpedoman pada kode etik jurnalistik.

Meski kemerdekaan pers diatur konstitusi, apakah wartawan dapat sepenuhnya menjalankan profesinya?

Pers adalah mata dan telinga publik; disebut pilar keempat demokrasi, karena berperan sebagai sarana transparansi informasi.

Terbitnya Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi tonggak awal kemerdekaan pers di Indonesia.

Namun dua dekade berlalu, kerja jurnalistik masih kerap dihalang-halangi.

Di antaranya dialami oleh Nurhadi, Jurnalis Tempo di Surabaya, Jawa Timur.

Pada 27 Maret 2021, ia mendapat tugas dari redaksi untuk meminta konfirmasi Angin Prayitno Aji, Mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus suap.

Nurhadi menuju lokasi pernikahan anak dari Angin Prayito Aji dan berniat melakukan verifikasi agar beritanya berimbang dan tidak merugikan pihak mana pun.

Namun apa daya, konfirmasi gagal didapat dan justru menjadi korban aksi kekerasan.

Kasus juga menimpa Fuad Muhammad Syafrudin atau yang biasa disapa Udin, seorang jurnalis surat kabar Harian Bernas asal Yogyakarta, hingga kini masih meninggalkan misteri.

Pada 16 Agustus 1996, satu hari jelang kemerdekaan Republik Indonesia, Udin berpulang.

Udin wafat setelah mengalami cedera yang parah di bagian kepala, akibat dianiaya oleh orang tak dikenal pada 13 Agustus 1996 di rumahnya.

Disinyalir, tulisan yang dibuat Udin memancing amarah penguasa kala itu.

Tak semua kasus kekerasan yang dialami jurnalis terkait tugas yang dijalani berhasil diusut tuntas.

Sejumlah kasus kekerasan berujung tanpa penyelesaian.

Padahal, kemerdekaan pers nyatanya diatur dalam konstitusi.

Lantas, di mana kemerdekaan pers berdiri? Atau pers Indonesia sedang berjalan ke arah kebungkaman abadi?

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/article/259870/9-februari-mengingat-hari-pers-nasional-mengingat-kebebasan-pers-yang-semakin-samar

SELENGKAPNYA….CEK DISINI

Kebebasan Pers masyarakat kecil Rekam video Tawuran antar warga secara Acak. Mana ni Android genosida.??setuju uu ITE di hapus.

9 bulan ago

📲📡🛰️🎥📺

2 tahun ago

Pers udah bebas kok, bukannya sekarang malah lebih bebas, tuh tv one yg suka mengangkat isu yg selalu bertolak belakang dgn pemerintah (tv oposisi) narasumber tetapnya aja haikal yg selalu mengandung provokasi setiap narasinya.

Jadi menurut kompas sekarang ini pers kurang merdeka? masa sih?
Gimana dgn Edy Muliadi yg menghina Kalimantan bukannya dia wartawan senior? Kurang bebas apa itu sampai² maki² pemerintah, eh ke personalnya Prabowo juga.
Sebenarnya pers di rezim ini sudah bebas malah kadang kebebasannya sampai bablas
Undang² sudah jelas dan rezim ini menghormati itu

2 tahun ago

Pers sekarang , diboncengi tidak berintegritas….sebab wartawan nya sudah berintegritas { jujur) tapi di bajak oleh Kepentingan Pemilik media yg pro pemerintah atau menjadi ketua Partai…..

2 tahun ago

jangan hanya mencari kambing hitam… lihat lah d dalam diri pers itu sendiri… bagaimana kualitas pers sekarang?

2 tahun ago

Lebih baik sadar diri, media pun terkadang jadi provokator sebuh berita yg suka goreng² bikin clickbaik, bikin judul yg sengaja memacing keributan demi cuan dan rame, jadi jgn salahkan kami salahkan diri kalian sendiri

Ngomong kebebasan pres tapi masih ada aja yg kayak gitu

2 tahun ago

Kok baru sadar, cuma TEMPO yg independent Dan berimbang dalam berita.. TEMPO 👍

2 tahun ago

Pers juga manusia… masih doyan duit… juga… banyak wartawan yang kadang hanya sebagai kedok untuk memeras orang lain…… kalau resiko ya semua profesi ada resikonya

2 tahun ago

Makanya jadi pers itu wajib netral jangan terbawa arus politik

2 tahun ago

Tinggalkan Komentar

DAPATKAN BONUS 10 RUPIAH PER DETIK
 program  berdebar
~
By. https://berdebar.com/0q7y