Riset Tanpa Kebebasan Akademik | Opini Tempo

Tempo Media [ • ] Hai di Indonesia upaya membangun ekosistem riset terhambat absennya kebebasan akademik perempuan peneliti kita lebih berkembang di luar negeri saya Dewi Jihan Dan inilah opini tempo jika kita tidak serius memperbaiki ekosistem riset dan inovasi Indonesia bisa menjadi tikus yang mati dilumbung padi berkah kekayaan alam kita yang melimpah justru menjadi kutukan ketika

Negara gagal mengantisipasi dampak negatif dari munculnya industri ekstraktif dan komunitas seperti sawit dan batubara itulah mengapa laporan utama kami kali ini menyoroti profil para perempuan peneliti Indonesia selain merayakan pencapaian para Kartini masa kini kiprah mereka yang membangkang justru mendorong kita melakukan introspeksi sebagian besar akademik.ut ini membangun karir di luar Indonesia

Kesuksesan mereka sedikit-banyak ditopang oleh ekosistem riset dan inovasi di luar negeri seperti Belanda yang pernah mengalami fenomena daze setelah menemukan cadangan gas alam besar pada 1959 nilai ekspor komoditas negara bekas penjajah kita itu meningkat tajam namun 10 tahun kemudian pertumbuhan ekonomi mereka justru stagnan jumlah penganggur naik dan nilai

Investasi melorot drastis Ironi serupa ditemukan di banyak negara yang mengandalkan pendapatan dari kekayaan alam termasuk Indonesia Australia dan Norwegia adalah dua contoh negara dengan kekayaan alam luar biasa yang berhasil mengatasi dazz mereka menyadari betapa pentingnya ekonomi berbasis inovasi agar tidak terjebak kutukan berkepanjangan akibat rezeki nomplok ekspor komoditas Australia gini maju berkat kebijakan

Ekonominya yang mendorong Inovasi dan riset banyak insentif diberikan kepada perguruan tinggi agar mahasiswa dan dosen di sana terus melakukan riset dan juga pengembangan di Indonesia ah pemerintah justru mengambil langkah kontroversial dengan penyatuan lembaga riset dalam Badan riset dan inovasi nasional berdalih kebijakan itu akan membuat anggaran riset lebih efektif pemerintah justru menunjukkan wajah

Otoriter dengan mengabaikan keberatan Dan masukan konstruktif dari para pemangku kepentingan di dunia riset itu sendiri sejumlah intelektual yang tergabung dalam kaukus Indonesia untuk kebebasan akademik mengecap mereka mencatat belakangan ini ada peningkatan jumlah kasus penyerangan terhadap kebebasan berpendapat dosen ataupun mahasiswa di Indonesia dan menguatnya narasi antisense dikalangan pejabat pemerintah ini tidak hanya mengancam

Perguruan tinggi dan lembaga penelitian tapi juga menjauhkan pemerintah dari pola kebijakan berbasis riset dan data tidak adanya kebebasan akademik ini akan memicu stagnasi ekonomi berbasis inovasi Belajarlah dari Shenzhen cina Resep mereka sederhana pemerintah Sensen mendorong inovasi dengan dan kebebasan kepada dunia bisnis dan akademik deregulasi dilakukan untuk mendorong pebisnis dan peneliti berkolaborasi

Nama-nama besar di industri teknologi dunia seperti Tencent dan Huawei bermula dari Shenzhen kebebasan dan merestorasi adalah resep penting untuk mendorong kemajuan ekosistem riset dan inovasi tanpa itu Indonesia tidak akan bisa menghasilkan lebih banyak peneliti sekali berteori tapi Jaya Fenny Martha dwivany Noor Titan Putri Hartono Levana Laksmi Citra Sunny dan juga Novalia Desa

Para peneliti perempuan yang kiprahnya kamera ya kan Di edisi di Simokerto ditempuh selengkapnya hanya di majalah the tempo.co

TEMPO.CO – Di Indonesia, upaya membangun ekosistem riset terhambat absennya kebebasan akademik. Perempuan peneliti kita lebih berkembang di luar negeri. Pemerintah justru mengambil langkah kontroversial dengan penyatuan lembaga riset dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Berdalih kebijakan itu akan membuat anggaran riset lebih efektif, pemerintah justru menunjukkan wajah otoriter dengan mengabaikan keberatan dan masukan konstruktif dari para pemangku kepentingan di dunia riset sendiri.

Kebebasan dan meritokrasi adalah resep penting untuk mendorong kemajuan ekosistem riset dan inovasi.

Saksikan video lain di: http://video.tempo.co
Official Website: http://www.tempo.co
Facebook: http://www.facebook.com/TempoMedia
Twitter: http://www.twitter.com/tempodotco
Sobat Tempo Media, Info tentang #Riset #Tanpa #Kebebasan #Akademik #Opini #Tempo ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 00:03:51 detik.

Apabila Dirimu, penggemar setia Tempo Media Membutuhkan media komunikasi , yang menggunakan jaringan internet atau bentuk komunikasi yang ada di dunia maya (internet). Berdebar.com tumbuh seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi internet serta teknologi elektronik lainnya.

Selain itu, Apabila anda membutuhkan peluang untuk mendapatkan PENGHASILAN TAMBAHAN hingga puluhan juta Rupiah setiap bulannya, Sobat bisa bergabung dalam Program Membership Berdebar ini.

Atau anda Punya Masalah Riset Tanpa Kebebasan Akademik | Opini Tempo ? ..!! DAPATKAN SOLUSINYA, KLIK DISINI

Begitulah sekilas tentang Riset Tanpa Kebebasan Akademik | Opini Tempo yang telah dilihat oleh 84 penonton, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. © Tempo Media 231 | #Riset #Tanpa #Kebebasan #Akademik #Opini #Tempo

No. 6. Nyimak. Nenek2. Jadul senang. Dengar saja. Baca komen nnt ❤❤❤❤❤

2 bulan ago

Tinggalkan Komentar

DAPATKAN BONUS 10 RUPIAH PER DETIK
 program  berdebar
~
By. https://berdebar.com/paj8