KEBEBASAN AKADEMIK ADALAH JANTUNG PERGURUAN TINGGI

Herdiansyah Hamzah [ • ] Hai biasa pikir poin utamanya adalah bahwa kita pasti paham kebebasan akademik adalah jantungnya kampus ya jantungnya perguruan tinggi kalau kemudian kita coba mengutip misalnya keren sekarang seorang Professor dari University of Lincoln Inggris yang sudah puluhan tahun meneliti tentang kebijakan perguruan tinggi salah satunya menyangkut kebebasan akademik karena mengatakan begini hak untuk pendidikan

Pengajaran termasuk penelitian tidak akan mungkin kita dapat tersedotnya sepanjang kebebasan akademik belum diberikan oleh negara termasuk dalam birokrasi kampus Nah kalau kemudian kita mau dalam lebih kau sebenarnya UNESCO pada tahun 1967 pada saat koperasi umum badan PBB yang memang concern dengan isu pendidikan keilmuan ini memberikan standar terkait dengan enam

Elemen kebebasan itu 10 pesan pengajaran yang kedua adalah kebebasan pendidikan yang ketiga adalah kebebasan untuk meneliti termasuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang keempat adalah kebebasan untuk menyampaikan pendapat secara terbuka yang kelima adalah kebebasan untuk tidak mengalami Sensor dari lembaga dan yang terakhir yang keenam adalah kebebasan untuk terlibat atau berpartisipasi dalam

Keputusan-keputusan politik baik di dalam kampus ataupun diluar kampus Nah kalau kemudian kita Terjemahkan rekomendasi UNESCO di tahun 997 ini hal yang sama juga adalah oleh kawan-kawan di Indonesia mayoritas member kita itu juga saya akan terlibat dalam penyusunan Surabaya prinsip oleh klinik Freedom ada lima prinsip yang kemudian deklarasikan

Di dalam Surabaya Principal ini yang notabene merupakan terjemahan dari prinsip-prinsip yang direkomendasikan oleh UNESCO begitupun dengan berbagai macam regulasi ASEAN contoh misalnya oleh undang-undang pendidikan tinggi undang-undang 12 blog secara eksplisit bahkan menyebutkan bahwa kebebasan akademik itu adalah kebebasan diberikan sepenuhnya kepada civitas akademik Apa yang dimaksud ah setelah itu bukan

Terbatas asyik hanya dosen tetapi juga termasuk teman-teman mahasiswa jadi kebebasan yang diberikan sepenuhnya kepada civitas akademik dalam hal ini dosen dan mahasiswa untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan teknologi untuk kepentingan Bagaimana pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan Salah satu wujud Tridharma itu kan adalah pengabdian kepada masyarakat kalau kemudian kawan-kawan dosen dan mahasiswa

Melakukan proses kajian penelitian aku kasih bahkan melontarkan kritik kepada negara termasuk kebijakan-kebijakan pemerintah yang keliru maka sebenarnya itu adalah bagian dari tanggung jawab akademik ya makanya kalau kemudian kawan-kawan memahami bahwa kritik sesungguhnya adalah pameran kegagalannya itu berisi semacam evaluasi toko yang memperlihatkan Bagaimana kegagalan lebih tahan kalau Ade Armando lawan debatnya

Virgo misalnya bersama Ali Mochtar ngabalin dan kawan-kawannya memamerkan keberhasilan pemerintah maka pada blog yang berbeda adalah hal yang wajib dan Dwi ketika kawan-kawan kampus mahasiswa dan dosen misalnya juga berusaha bagaimana membiarkan deretan panjang apa yang menjadi kekeliruan-kekeliruan termasuk kedalam dari pemerintahan Nah kampus birokrasi kampus dalam hal ini itu mestinya bertanggung jawab Bagaimana

Melindungi kebebasan akademis perlunya bukan malah sebaliknya jangan sampai kemudian kritik itu justru dihadapi dengan berbagai macam persoalan-persoalan yang jujur mengancam kebebasan akademik Saya memberi contoh misalnya Salah satu hal yang sekian kerap kali di sampaikan oleh birokrasi kampus ketika critical engkau anui ketika wartawan B Unes kritik kawan-kawan di Universitas Lambung

Mangkurat itu selalu diperhadapkan dengan idiom sopan santun bisanya ya Sabtu yang menghambat Bagaimana kebebasan akademik itu bisa ditempatkan secara penuh di kampus itu juga karena soal budaya feodal yang masih terus menuju pertahankan lah sopan santun menurut saya adalah jantungnya federalisme ada relasi yang tidak setara antara birokrasi termasuk dosen dan

Mahasiswa sebenarnya jadi ketika kemudian kita bicara sopan santun dalam politik sopan santun itu seperti basa-basi yang isinya adalah kepulaan sopan santun itu sebabnya kita pakai dalam relasi interpersonal kita antara orang dan orang manusia dan manusia tetapi Ketika kita bicara suara gym apalagi kemudian rezeki di cenderung otoritarian maka kritik tidak ada

Istilah sopan santun kita tidak boleh menempatkan sopan santun sebagai kamus di dalam gerakan kritik kita itu mestinya ia dibuang jauh-jauh region yang cenderung bergerak secara otoritarian melupakan apa yang menjadi janji-janji politiknya sebelumnya tidak bekerja sepenuhnya untuk rakyat maka hendaknya juga dikritik berkali-kali lipat jauh sopan sebenarnya kalau dalam bahasa politik begitu Jadi sebenarnya

Kalau saya Ada banyak hal yang kemudian membuat kebebasan akademik itu tidak bisa kita peroleh dengan baik persoalannya kemudian adalah kalau kita berharap kedermawanan misalnya dari birokrasi kedermawanan dari negara kebebasan akademik tidak akan mungkin kita peroleh dengan dengar dengan begitu saja coba sangat begitu tidak bisa kita peroleh tidak jatuh begitu saja dari

Langit tetapi Ya tentu saja kita perjuangkan dengan sebaik-baiknya makanya semuanya kita butuhkan sekarang adalah bagaimana menjangkau saudara tas agar lebih meluas apa yang terjadi di Unes apa yang terjadi Dwi kehendaknya tidak kita maknai sebagai bagian yang hanya menjadi milik atau menjadi masalah duit jangkauan di Unes tetapi itu tangkap sebagai bagian yang mestinya

Menjadi bagian yang juga kita turut sebagai kita rasakan bersama ia idealnya masalah satu kampus Harusnya kita anggap sebagai masalah terbesarnya juga satu kampus tanpa batas tanpa penindasan milik bersama Sophie Hai penontonnya Mbak sia-sia

Ini merupakan potongan video diskusi bertajuk “Parasit Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan oleh Kaukus Indonesia Untuk Kebebasan Akademik (KIKA). #KebebasanAkademik #HAM

Video lengkapnya dapat dibuka melalui link berikut ini : https://youtu.be/pqt2NL62fq0

Pendapat ini juga dapat dibaca melalui opini bertajuk, “Parasit Perguruan Tinggi” yang dimuat di Koran Tempo, edisi Jumat 30 Juli 2021. Silahkan dibuka melalui link berikut ini : https://koran.tempo.co/amp/opini/466718/opini-parasit-perguruan-tinggi-oleh-herdiansyah-hamzah
Sobat Herdiansyah Hamzah, Info tentang #KEBEBASAN #AKADEMIK #ADALAH #JANTUNG #PERGURUAN #TINGGI ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 00:06:05 detik.

Apabila Dirimu, penggemar setia Herdiansyah Hamzah Membutuhkan media komunikasi , yang menggunakan jaringan internet atau bentuk komunikasi yang ada di dunia maya (internet). Berdebar.com tumbuh seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi internet serta teknologi elektronik lainnya.

Selain itu, Apabila anda membutuhkan peluang untuk mendapatkan PENGHASILAN TAMBAHAN hingga puluhan juta Rupiah setiap bulannya, Sobat bisa bergabung dalam Program Membership Berdebar ini.

Atau anda Punya Masalah KEBEBASAN AKADEMIK ADALAH JANTUNG PERGURUAN TINGGI ? ..!! DAPATKAN SOLUSINYA, KLIK DISINI

Begitulah sekilas tentang KEBEBASAN AKADEMIK ADALAH JANTUNG PERGURUAN TINGGI yang telah dilihat oleh 146 penonton, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. © Herdiansyah Hamzah 365 | #KEBEBASAN #AKADEMIK #ADALAH #JANTUNG #PERGURUAN #TINGGI

Tinggalkan Komentar

DAPATKAN BONUS 10 RUPIAH PER DETIK
 program  berdebar
~
By. https://berdebar.com/jsy3