Kemerdekaan Pers Wujud Masyarakat Demokratis

CNN Indonesia [ • ] Hai Kemerdekaan pers merupakan wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang demokratis tetapi baru-baru ini kami it support jurnalis yang berbasis di New York menyebutkan bahwa 293 jurnalis dipenjara dan 24 tewas di seluruh dunia sepanjang tahun 2021 dan Tiongkok menjadi negara dengan kasus

Terbanyak Lalu bagaimana dengan Indonesia kita akan ulas bersama kita diskusikan bersama sudah ada istri doasian Indonesia saat ini ada board of directors Yana di Indonesia sekaligus jurnalis senior sekian Indonesia ADC Anwar Selamat malam Selamat malam dan selamat ulang tahun yang ke-6 bajaj Indonesia oke dan perlu diketahui juga

Kalau misalnya di CNN itu Indonesia ataupun di Transmedia itu biasanya memanggilnya Mbak atau Mas enggak ada istilah Bapak Ibu karena kita itu saking dekatnya hanya Mudah juga jiwanya Mudah juga Apalah artinya umur gadget penambah tidak betul sekali Bu Desi yang berikutnya dan Berikutnya ini ada juga yang tak kalah muda begitu ini dari

Dewan pers Mas Agus Sudibyo kalau sore selamat malam Terima kasih sudah ada terima kasih Senang ketemu banyak teman-teman oke dan berikutnya ada satu lagi tamu kita malam ini ada korespondensi aneh di Indonesia Miftah faridh yang saat ini berada di Lumajang Jawa Timur kita siapa Langsung Halo mas Farid selamat malam

Halo halo malam Hai mas Farid halo oke kita diskusi soal kebebasan pers dulu kini dan akan datang tapi kita tahan dulu usai kumandang adzan maghrib berikut ini Tetaplah bersama kami dan Anda masih bersama kami di program special enam tahun CNN Indonesia tepercaya perlu kami sampaikan terlebih dahulu bahwa kami hadir di studio CNN

Indonesia ini sudah melakukan protokol kesehatan khususnya untuk melakukan tes antigen lagu juga menjaga jarak dan juga tidak lupa untuk mencuci tangan atau sekali dan langsung saja tadi kita udah di share Sedikit nih diskusi apa hari ini diskusinya adalah soal kebebasan pers dulu kini dan akan datang sudah ada

Senior-senior kita di sini ada medesy ada Mas Agus ada mas Farid mungkin saya ke badai terlebih dahulu sebagai jurnalis senior sudah melanglang buana ke mana-mana seluruh dunia sudah apa namanya membantu masyarakat untuk memberikan akses informasi melalui jutaan melalui televisi kalau melihat dari kebebasan pers perspektif ini perbandingannya dulu atau sebelum dan

Setelah era disrupsi ini apa sih ya ini kalau kita bicara Transmedia sekarang kan 20 tahun Saya sudah menjadi jurnalis selama tiga puluh tahun jadi saya memulainya ketika What itu saya di RCTI itu era Orde Baru Tentu saja tidak ada yang namanya Kemerdekaan pers kemudian kita reformasi tahun 98 dan setelah itu

Lahirlah yang namanya alam demokrasi di Indonesia pada saat itu Indonesia tuh dianggap negara yang kebebasan persnya kebebasan ekspresinya tuh paling paling bagus paling bagus yang bagus setelah reformasi dan sebenarnya setelah waktu berjalan dibandingkan negara-negara tetangga bisanya seperti Singapura seperti Malaysia kita tuh jauh lebih bebas dan jumlah fansnya jumlah televisinya itu sangat-sangat banyak

Tapi sejalan dengan waktu karena demokrasi ini kan bukan sesuatu pas kita melakukan reformasi kita memiliki d pasti itu tentu saja tidak demokrasi Ini adalah sebuah proses yasna proses ini sampai semakin lama semakin terasa Dan ini juga dicerminkan dalam Bagaimana Indonesia sendiri mencari identitasnya dan bagaimana mewujudkannya Demokrat demokrasinya nah ini menurut ini sangat

Sangat menarik karena di Indonesia kita ada demokrasi tapi juga ada Pancasila nah di Kapan saya sakit berbasis musyawarah misalnya sementara demokrasi itu biasanya kan mayoritas Nah tadi disebut misalnya tahun 2021 ini Indonesia itu dalam WordPress Freedom index itu tahun ini 113 ini sebenarnya naik dari banding tahun lalu 119 tapi

Kalau kita lihat urutan 100 hanya ini itu berarti Indonesia sangat-sangat rendah keep dianggap bukan negara yang persnya bebas 100% tapi masih perlu banyak perbaikan tapi di dalam waktu yang sama tadi ada yang namanya era disrupsi lahirnya media sosial akhirnya serba internet serba digital dan disitu ada negatifnya ada positifnya tentu saja

Kemudian yang terakhir ini selama 2 tahun ini adalah pandemi Coffin yang Nah kita tadi kan pulsanya mengatakan bahwa misalnya di Amerika Serikat dan kemudian juga di Rusia di Filipina kita melihat begitu banyak wartawan-wartawan yang dikriminalisasi terakhir yang Nobel prize meriah website itu dia di persecuted lah oleh Filipina yang terjadi adalah semakin meningkatnya

Secara global tendensi untuk otoritarianisme untuk pemerintah-pemerintah yang jauh lebih kerap ketat dan keras ya Bukan saja karena karakternya tapi juga karena pandemi covert ini memerlukan semacam sentralisasi dari kepuasan ini salah satu yang juga kita lihat terjadi di Indonesia kau kan doa sebelum komitmen tidak ada dong istilah Lockdown tidak

Ada istilah restriksi bab jaga jarak dan pembatasan kebebasan dari sini Bukan saja di Indonesia tapi di negara-negara lain itu banyak yang merasa bahwa demokrasi itu semakin tergerus jadi tren yaitu seperti demikian oke oke nah ini berbicara soal jurnalis begitu ini Kebetulan sebelum kita ke Mas Agus saya ada jurnalis

Senior kami design Indonesia ada Mas Miftah faridl Mas minta ini Mukanya kayaknya agak belang ya Hah Ini apa nih penyebabnya ini Oh ya saya udah hari ke-12 ini ditugaskan si Eneng Indonesia TV untuk Meliput di wilayah bencana di Semeru dan ini ya oleh-oleh itu yang harus saya hadapi

Selama hampir dua minggu itu berada dititik pencarian utama nyinyir ada di Lumajang jadi ada tiga titik pencarian korban yang saya datangi dengan kondisi yang panas sekali dan di ini merupakan belang karena saya pakai masker yang berlapis-lapis kemudian alat pelindung hingga semuanya standar yang digunakan oleh CNN jadi dia beginilah hasilnya

Injih oke mas Farid Niken berbeda arah tak kita kan lagi ngomongin soal kebebasan pers nah ini bagi emas Paris sebagai seorang jurnalis yang saat ini juga sedang Meliput di Lumajang terkait dengan eh Gunung Semeru sebenarnya Bagaimana pandangan dari emas pada sendiri apakah kebebasan pers saat ini sudah cukup baik atau masih Terbelenggu

Dengan keadaan apalagi dengan sosial media yang saat ini juga semakin berseliweran begitu informasi-informasi baiknya hop ataupun tidak seperti kata Mbak Devita dia bahwa kita bisa mengukur versi tak bebas atau tidak Itu itu dari kualitas demokrasi dinegara kita nah Ketika kita bicara soal demokrasi perhatikan di situ ada proses-proses

Politik ya proses terus polisi itu kemudian menghasilkan produk politik setiap disebut undang-undang Tahun 99 ada undang-undang pers yang menjadi pintu masuk ya buat kita sampai hari ini bisa menikmati hal yang kita seputar sebagai kebebasan pers tapi pertanyaannya Apakah kualitas versita itu Hai ada kemajuan ketika di masa orde baru dan ketika pasca-reformasi Sutra

Saya termasuk generasi tahu dimana menjadi jurnalis ketika reformasi sudah bergulir ya rap jadi jurnalis di tahun 2017 kita mau ini harus mengidentifikasi kualitas itu dari apa yang terjadi bisanya zaman Orde Baru kekerasan terhadap jurnalis itu oke hampir semuanya atau bahkan semuanya bahkan itu dialami oleh jurnalis sebagai bentuk kekerasan fisik ya biasanya yang

Berkaitan dengan kekuasaan Penyimpangan atau apapun itu yang berkaitan dengan episode power ya jadi kekerasan itu dalam bentuk fisik dapat tanya apakah ketika Soeharto lewat percobaan orde baru tumbang reformasi muncul dan tengkleng sekarang pasca-reformasi apakah itu tidak terjadi Nah kalau dari data jika mungkin dewan pers syukur-syukur punya ya dasar kekerasan

Diaji misalnya mencatat di 2001 saja ini masakan demi ya yang kita sebagai jurnalis ini jarang sekali dilap di mana lebih banyak melakukan korespondensi Melalui aplikasi internet ya itu masih hanya 40-an kasus kekerasan fisik kekerasan fisik kemudian tahun 2020 ada 84 kekerasan fisik kalau kita mau membandingkan secara kausalita kausalitasnya sebab-akibat bisanya atau

Varietas dari kekerasan itu pasca reformasi itu juga tidak kalah kualitasnya dengan ketika kita masih zaman Orde Baru Apakah di zaman Orde Baru ada jurnalis dibunuh ada pasalnya formasi tunggal di pun juga ada berkaitan juga dengan kepuasan Avanza dibalik dibunuh oleh kerabat dekat Suci seorang Bupati di Bali dan beberapa

Tahun yang lalu kemudian ketika presiden Jokowi ini memberikan remisi kepada pembunuhnya dan comment di tahun yang sama dewan pers memberikan penghargaan kepada Jokowi sebagai presiden yang memberikan kebebasan ini berpesan feat ovy soal kekerasan fisik ya kawan-kawan Ada kekerasan digital di tahun 2020-2030 satu aja mencatat ada isu kasus kekerasan digital atau vinilex

Terminalisasi jurnalis di 2018-2019 ada masing-masing delapan kasus artinya apa saya sebagai jurnal di lapangan misalnya itu 170 lindungan nah perlindungan tua sedang X mekanis ya Ada mekanisme perlindungan yang diberikan kepada kita di lapangan itu yang dituangkan dalam undang-undang nah masalahnya adalah Apakah kemudian undang-undang itu bisa melindungi kita atau aturan aturan turunannya petomane

Mau yang dilakukan dengan Pep ternyata nggak kawan kita ada tipe orang yang masuk penjara karena I hope proses-proses jurnalis tips yang mereka lakukan bukan hanya produknya kawan-kawan tapi juga selama proses misalnya Oke pada kasus di Gresik misalnya ya ini mengkonfirmasi make informasi yang didapat melalui jaringan WhatsApp menggunakan internet diancam

Dengan undang-undang ite artinya kemudian buat saya siapa saja termasuk fosfat termasuk Iqbal termasuk mungkin juga Mbak Desi siapa saja bisa kena dengan undang-undang ingin ia kemudian membuat kita takut ya untuk mengungkap fakta Nah syukur-syukur kalau kita kemudian berserikat organisasi masih ada backup dari organisasi dan yang menjadi

Kita saya di lapangan dan tonton yang ada di lapangan itu kemana kemudian dewan pers ketika emoyu yang dibuat oleh dewan pers dengan polisi dengan Kejaksaan dengan Mahkamah Agung misalnya itu enggak laku sama sekali ternyata agak Nadine mas mas Farid di sini ada dewan pers juga yang mungkin bisa

Menyuarakan itu momen yang baik ternyata ternyata masih banyak tantangan dalam rezeki masih banyak tah dalam pelaksanaan tugas jurnalistik yo oke oke tapi memang banyak juga ya selain dari fisik ternyata juga dari media sosial juga suka ada begini ini saya kalau Mas Agus sekarang bagaimana kemudian peran dewan pers untuk menjaga kembali lagi ke

Kebebasan pers karena balik kebebasan pers ini bukan hanya untuk wartawan sebetulnya tapi juga berhubungan dengan hak-hak asasi manusia dalam hak asasi publik begitu dalam menerima atau mendapatkan informasi dari media Bagaimana kemudian dewan pers menjaga Iya jadi titik krusialnya atuh hotspotnya adalah ke perlindungan terhadap wartawan dari kekerasan dan kriminalisasi

Nahin titik krusial titik hotspot yang yang menentukan sejauh mana Nanti kualitas kebebasan pers kita dan itu yang selalu menjadi perhatian dunia internasional untuk melihat Indonesia itu ya jadi Hai apapun yang kecil main yang kita capek pada aspek-aspek yang lain sejauh masih ada kekerasan terhadap wartawan maka Indonesia akan drop rankingnya gitu

Ya jadi misalnya tadi mui mui 18 Polri gitu ya kalau kita lihat eh kasus sebelum emoyu dan setelah emui sebenarnya kasus pemidanaan wartawan setelah MUI depan pos Polri itu sudah menurun banyak gitu tetapi satu saja kasus yang menunjukkan Munich efektif itu akan menegasikan seluruh cymen itu

Gitu ya Jadi kami dewan pers itu punya data sebenarnya kasus setelah sebelum MUI dewan pers Polri itu berapa kasus kekerasan pembedaan terhadap wartawan Trans kemudian setelah emui ada beberapa kasus yang bisa ditangani dengan ini berapa kali kepolisian itu menyerahkan kasusnya kepada dewan pers Hai berapa kali kepolisian itu mengundang saksi ahli

Dari dewan pers itu ada Jadi sebenarnya kalau dibandingkan dengan era sebelumnya kasus karena wartawan tuh sudah sudah banyak yang ditangani tetapi lagi-lagi ada 12 kasus saja yang tidak tertangani itu akan menegasikan semua proses ini itu dan itu tapi tidak papa memang itu yang harus kita hadapi sekarang ada semacam ambiguitas Anda semacam

Inkonsistensi tentang pelembagaan Kemerdekaan pers di Indonesia itu ya kalau kita lihat dari kekerasan terhadap wartawan pembeda antara wartawan itu masih banyak masalahnya di Papua itu Papua itu daerah dimana ke kantor lewat awan itu tinggi itu ya tetapi temen-temen pada sisi yang lain sampai hari ini Mbak Desi Thailand Ian Maret

Timor Leste Filipina Kalau ingin melembagakan Kemerdekaan pers bensmart sebagai Indonesia itu gede Mereka melihat Indonesia sebagai Prototype terkait dengan pelembagaan Kemerdekaan pers Meskipun mereka tahu dalam kasus kerasan tetap wartawan dalam pemidanaan terhadap wartawan kita masih problematis itu nah salah satu penjelasannya adalah Indonesia itu luas sekali gitu ya jadi

Kalau kita ke Malaysia kita kita ke ke Singapura relatif tidak ada kasus kekerasan terhadap wartawan karena apa mereka lebih kecil dari kita rakyat dan tidak ada demokrasi di sana itu tidak ada wartawan yang kritis sekali tetap kesitu relatif karena sistemnya tidak memungkinkan berikan 2018 data itu 40

7000 media di Indonesia dan 2000an yang terverifikasi betul mungkin saya ke ke Mbak Desi Bagaimana tanggapan ini betul sekali ini sangat menarik Biasanya kalau kita di Indonesia kita sangat kritis chat kita termasuk salah satu dimana pers kita itu sangat kritis terhadap pemerintah kita dan ini merupakan sesuatu yang sehat-sehat dan ini

Sebenarnya tidak bisa dilakukan di negara-negara tetangga walaupun yang negara tetangga kekuatanku itu Demokrat konstitusinya juga demokrasi Nah ini betul sekalian dikatakan oleh Mas Agus sebenarnya kita masih bisa optimis kalau kita melihatnya spektif nya jauh lebih luas Indonesia ini sejak kita berdemokrasi kita kan bukan hanya dikontrol oleh stay jadi kekerasan Itu

Bukan lagi oleh stay atau oleh pemerintah dan aparat pemerintahannya ini adalah ciri khas and negara otoriter yang sekarang juga semakin banyaknya Seperti contohnya di Rusia dan di Filipina yang sekarang dengan alam demokrasi dan juga dengan begitu kita masyarakat yang pluralis ya yang sebenarnya bisa menyembelihkan demokrasi tapi juga bisa menggerus demokrasi itu

Sendiri Kita sudah lihat polarisasi dan intoleransi yang ini sudah kelihatan pada beberapa kali kita melakukan pilkada dan ini sebenarnya sesuatu yang juga mencerminkan karakter dari demokrasi itu sendiri intoleransi pasti menggerus kalau kita menulis beropini yang berbeda pasti akan diserang kedua adalah tadi sosmed internet semua yang berkaitan dengan digital melahirkan

Suara-suara opini yang banyak yang bagusnya tentu saja tapi disitu ada hoax ada fake news belum ada buzzer deh masih belum ada cyber Attacks belum ada bullying belum ada trolling ini juga menggerus demokrasi di Indonesia episode aja bisa mampu untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik lagi begini sebenarnya bagian dari proses demokrasi

Yang sendiri kenapa kena demokrasi itu adalah ya Semua orang berhak beropini bener dan bersuara bahayanya juga justru di Indonesia ini bisa terjadi karena polarisasi atau bentol-bentol ransi karena demokrasi itu majority of the voice the majority ya kalau ada Tirani dari mayoritas itu sendiri Ibu misalnya minoritas tadi diskriminasi dan juga

Mungkin orang-orang yang dianggap tidak setuju dengan Al yang aliran yang populer itu juga oke ketat sebentar Satu lagi nih ini penting ya sentralisasi keinginan sekarang untuk mensentralisasikan putusan ini sudah kelihatan kita dulu desentralisasi semangatnya sekarang tuh semua ingin mengembalikan ke pusat berarti apa ada suatu suara monolitik yang sekarang Itu

Kelihatan lebih tinggi misalnya dari dulu partai-partai oposisi sekarang bisa dikatakan tidak ada lagi nah ini juga sebenarnya menggerus ya demokratisasi Jadi kalau indikator politik ya Ada survei katanya lebih dari 66 persen itu sekarang sudah tidak ingin takutlah beropini karena nanti Mbak bural Misalnya melukis mertex dan lain sebagainya semua takut dikriminalisasi

Dan terakhir juga itu covert Hobbit menciptakan yang namanya backup comment kita tunggu Bagaimana nantinya Hai ke tahun 2024 Apalagi sudah ada Pemilu nantinya tentunya nanti suara kita apa apakah terpolarisasi ataupun tidak kita pilih memang memang kalau bicara soal kebebasan pers ini jadi Oksigen yang bikin bagi demokrasi kalau kebanyakan

Juga nggak bagus tapi kita harus mencukupi itu karena kembali lagi ini akan balik ke masyarakat ke publik Oke jadinya harus terverifikasi terima kasih banyak narasumber kita luar biasa hari ini mohon maaf karena durasinya terbatas pribadi kita bisa ngobrol-ngobrol nya singkat aja terima kasih untuk Desi Anwar World of director of CNN Indonesia

Dan juga jurnalis senior siaran Indonesia Mas Agus Sudibyo anggota dewan pers streaming jangan lupa mas Farid Miftah faridl jurnalis CNN Indonesia koresponden tepatnya yang ada di Lumajang yang saat ini sedang berjuang untuk melakukan peliputan di sana sekali terima kasih terima kasih juga para pemirsa kita telah bergabung selama enam tahun dengan setiap hari

Kemerdekaan pers merupakan wujud kedaulatan rakyat, dan menjadi unsur yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis.
Namun baru-baru ini, Committe To Protect Journalist yang berbasis di New York menyebutkan, bahwa 293 jurnalis dipenjara, dan 24 tewas di seluruh dunia sepanjang tahun 2021. Tiongkok menjadi negara dengan kasus terbanyak.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Kita akan ulas bersama.
Saat ini di studio, sudah ada Board of Director CNN Indonesia, sekaligus Jurnalis Senior, Desi Anwar. Lalu ada dari Dewan Pers, Agus Sudibyo. Dan satu lagi, ada koresponden CNN Indonesia, Miftah Faridl yang saat ini berada di Lumajang, Jawa Timur.
Sobat CNN Indonesia, Info tentang #Kemerdekaan #Pers #Wujud #Masyarakat #Demokratis ini bisa dilihat dalam bentuk vidio yang berdurasi 00:19:20 detik.


Apabila Dirimu, penggemar setia CNN Indonesia Membutuhkan media komunikasi , yang menggunakan jaringan internet atau bentuk komunikasi yang ada di dunia maya (internet). Berdebar.com tumbuh seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi internet serta teknologi elektronik lainnya.

Selain itu, Apabila anda membutuhkan peluang untuk mendapatkan PENGHASILAN TAMBAHAN hingga puluhan juta Rupiah setiap bulannya, Sobat bisa bergabung dalam Program Membership Berdebar ini.
Atau anda Punya Masalah Kemerdekaan Pers Wujud Masyarakat Demokratis ? ..!! DAPATKAN SOLUSINYA, KLIK DISINI

Begitulah sekilas tentang Kemerdekaan Pers Wujud Masyarakat Demokratis yang telah dilihat oleh 2283 penonton, semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. © CNN Indonesia 1160 | #Kemerdekaan #Pers #Wujud #Masyarakat #Demokratis

Kebebasan Pers masyarakat kecil Rekam video Tawuran antar warga secara Acak. Mana ni Android genosida.??setuju uu ITE di hapus.

9 bulan ago

Tinggalkan Komentar

DAPATKAN BONUS 10 RUPIAH PER DETIK
 program  berdebar
~
By. https://berdebar.com/cdau